Desa Bone-bone Juara Nasional

Sorak-sorai kegembiraan pegawai lingkup Sekretariat Daerah (Sekda) Enrekang, pecah begitu terdengar kabar Desa Bone-Bone (Baraka) tampil juara I lomba desa nasional. ”Info dari jakarta pak bupati sedang disana kalau desa bone bone ditempat teratas lomba desa tingkat nasional,”kata Asisten III Imran Mazmur,SE, Selasa (14/8).Keberhasilan itu menjadi sejarah Massenrempulu menembus kancah lomba desa nasional. Bupati La Tinro menerima piagam di Jakarta. “Desa Vone bone berhasil menyisihkan satu kesyukuran bagi warga dan bupati Enrekang sejauh ini akhirnya potret desa itu menjadi contoh desa terkemuka ditanah air,”kata camat Baraka, Harwan Sawati.Ka badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) sejauh ini beserta segenap unit teknis memberi hasil gemilang. Polesan menyempurnakan pembangunan untuk sokongan program pemkab dan semakin berjalan produktif.“Kehidupan ekonomi warganya lebih baik,”kata Dra Hj Syamria Sia.SIp.

DEWAN:Jangan Lupakan Pemberdayaan Perempuan

Peringatan HUT Kabupaten EnreKang ke 52 hendaknya menjadi momentum untuk membangkitkan serta menggelorakan kembali pembangunan dan pemberdayaan kaum perempuan dan anak.Harapan ini dikemukakan anggota DPRD Kabupaten Enrekang MASNA, S. Si, Apt, saat ditemui disela-sela kesibukannya. Menurut MASNA, dalam setiap laporan kemajuan pembangunan hampir tidak pernah menyinggung atau menyebut pembangunan dan pemberdayaan kalangan perempuan-anak.Bagi Masna, kesejahteraan ibu dan anak tak lepas dari upaya pemerintah dalam  pemenuhan hak pendidikan anak usia sekolah serta pemberdayaan perempuan dalam membantu ekonomi melalui usaha rumahan. Yaitu usaha yang dikerjakan sambil menjalankan fungsi sebagai Ibu rumah tangga.“Sejauhmana capaian pembangunan yang responsif gender perlu diketahui. Ini semata-mata untuk mendorong agar perempuan mau mengaktualisasikan diri dan mengambil peran dalam pembangunan secara keseluruhan,” tuturnya.Apalagi lanjut Masna, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masuk dalam tujuan pencapaian pembangunan Millenium Development Goals (MDGs). Baca pos ini lebih lanjut

Rp1,5 M Bantuan PNPM-PISEW untuk Alla

Untuk tahun ini Kecamatan Alla memperoleh bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PNPM-PISEW) tahun 2012 sebesar Rp 1,5 miliar dari pemerintah pusat.Dana sebesar itu habis dibagi untuk 5 desa dan 3 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Camat Alla, Chanra Djaja.Ia mengatakan, dana itu diperuntukkan bagi 38 paket yang disebar ke semua desa dan kelurahan. Setiap desa dan kelurahan mendapatkan 4 hingga 6 paket. Untuk Desa Taulo mendapat jatah 3 paket dengan anggaran Rp 148,133,000, Desa Bolang 4 paket untuk anggaran Rp.197,463,000. Sementara Desa Pana 5 paket dengan anggaran Rp 174,443,000 dan Desa Mata Allo 6 paket untuk anggaran sebesar Rp 194,853,000. Sedangkan Desa Sumillan 5 paket total anggaran Rp 209,744,000, Kelurahan Kalosi 5 paket total anggaran Rp 223,114.000 dan Buntu Sugi 4 dengan anggaran Rp 129,221,000 serta Kelurahan Kambiolangi 6 paket total anggaran Rp 223,049,000. Dikatakan Chanra, dari hasil musrembang, kebanyakan warga membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan. “Pada dasarnya warga membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan. Ada rabat beton, pemeliharaan jalan, pembukaan jalan baru yang lalu kita tingkatkan supaya masyarakat menikmati utamanya kalangan petani,” kata Chanra. Baca pos ini lebih lanjut

Pelatihan Pengembangan Diri Kades Angkatan II

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo berharap seluruh Kepala Desa dapat menjadi jembatan yang baik bagi para masyarakat yang dinaunginya, memberikan pelayanan dan menghadirkan sistem pemerintahan yang berpihak kepada rakyat yang tidak meladeni kepentingan pribadi. Hal ini diungkapkan gubernur dihadapan sekitar 100 Kepala Desa (Kades) dari 21 kabupaten / kota, saat memberikan sambutan pada pelatihan pengembangan diri bagi kades angkatan II, yang diselenggarakan oleh Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Grand Palace, Kamis, 9 Februari 2012.Pada kesempatan itu pula, Syahrul meminta kepada kepala desa untuk memperhatikan kehidupan rakyatnya, jangan sampai ada rakyat yang mati karena kelaparan dan anak-anak harus tetap bersekolah karena pemerintah telah menjamin melalui program pendidikan dan kesehatan gratis. Baca pos ini lebih lanjut

Apdesi Enrekang Minta Kesejahteraan Kades Ditingkatkan

DPC Apdesi (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Enrekang Sulawesi-Selatan, meminta kesejahteraan 112 Kepala Desa di Enrekang dapat ditingkatkan, karena hingga kini dinilai belum menerima upah yang layak.Hal ini diungkapkan, Ketua DPC Apdesi Enrekang periode 2011-2016, Andi Saharuddin disela-sela Rakercab di kantor Apdesi Enrekang, Rabu .Menurut Andi Saharuddin,  program melanjutkan perjuangan peningkatan kesejahteraan Kepala Desa dan Perangkat Desa menjadi topik utama dalam Rakercab. Selain itu, kerjasama antar lembaga pemerintah serta mendukung pemkab Enrekang dalam mewujudkan kinerja yang maksimal juga menjadi bahan penting DPC Apdesi Enrekang untuk beberapa tahun kedepan.”Kita juga akan intensif melakukan kajian tentang pengembangan pembangunan serta potensi desa, mengawal perjuangan tentang UU Otonomi Desa baik pada tingkat DPP, DPD, DPC serta DPK Apdesi,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tungka Kecamatan Enrekang ini. Baca pos ini lebih lanjut

Pelantikan Kepala Desa Wanita Pertama di Enrekang

Parmila menjadi satu-satunya kepala desa di Kabupaten Enrekang dari kaum hawa. Kepastian tersebut setelah Parmila dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Enrekang, sebagai Kepala Desa Tapong, Selasa (1/7). Acara pelantikan yang berlangsung meriah tersebut, juga dihadiri Wakil Bupati Enrekang, anggota DPRD Enrekang, para asisten Setda, para Staf Ahli dan para pimpinan SKPD.Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung saat memberikan sambutannya mengungkapkan, baru ada satu kepala desa yang ada di Kabupaten Enrekang dari kaum hawa. Ini membuktikan bahwa kaum perempuan di Kabupaten Enrekang tidak kalah dari kaum laki-laki. Meski demikian, lanjut La Tinro, seorang kepala desa dari kaum perempuan tidak perlu minder untuk memimpin desanya. Di lapangan nanti, kemungkinan yang dihadapi adalah sebagian besar dari kaum laki-laki.“Saya mengharapkan agar seluruh warga masyarakat desa Tapong bersatu membantu dan mendukung kepala desa yang baru, dalam melaksanakan roda pemerintahan dan pembangunan di desa Tapong,” harap La Tinro La Tunrung. Baca pos ini lebih lanjut

Kades Harus Menjadi Pelayan yang Baik di Masyarakat

Kepala Desa di Kabupaten Enrekang di harapkan bisa menjadi pelayan masyarakat dalam berbagi hal di masyarakat di desa sehinggah Bicara soal pelayanan tentu selalu identik dengan pemerintah dan masyarakat. Pemerintah bertindak selaku pelayan dan masyarakat adalah objek terlayani.Pelayanan akan lebih berarti dan dirasakan oleh masyarakat manakala pelayanan yang disajikan selalu mengutamakan kemudahan. Tanpa kemudahan, masyarakat akan mengeluh dan salah sedikit protes dengan bentuk pelayanan yang diterapkan oleh pemerintah. Dalam konteks pemerintahan desa, konsep pelayanan publik dengan segala kemudahannya, sejatinya juga harus selalu menjadi perhatian. Sebagai kades, konsep inilah yang selalu saya terapkan kepada masyarakat Demikian halnya dalam tataran pelayanan adminsitrasi. Pejabat pelayan juga senantiasa harus selalu memperhatikan keakurasian atau kebenaran data yang diberikan. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.